TANTANGAN DAN PROBLEMATIKA DAKWAH DI BEKASI

PENULIS : Kang Habib Cikarang


 Ini materi ketiga Up Grading PENGURUS DEWAN DA'WAH KOTA BEKASI (19/10/21)

WAKTU   menunjukan pukul 16.00. Pembawa acara memanggil Ust Sobary dan Komarudin Ibnu Mikam. Materi yang disampaikan PROBLEMATIKA DAN TANTANGAN DAKWAH DI KOTA DAN DESA

Ini pernyataan Ustadz Sobary. Banyak orang muslim yang lupa bahwa sesungguhnya ia adalah Petugas Dakwah. Tugas dakwah itu adalah Fardu Ain. Bukan Fardu Kipayah. Dakwah itu amat penting sebagai bukti nyata bahwa ia adalah hamba saleh. Terkadang ada  diantara kita yangg terus asyik dengan ibadah ibadah dirinya tanpa peduli dengan tetangganya yang menjerit kelaparan.

Laksana Binatang ternak. Kuliah-kerja. Berkeluarga. Punya rumah. Punya Kendaraan. Hidup kaya dan ingin masuk surga. Cukupkah?

Ust Sobari bercerita dari awal sekolah sudah diperkenalkan tentang ayat orang Nasrani dan yahudi tidak akan ridho sebelum, sebelum umat islam mengikuti mereka  dan ini akan terus terjadi, anehnya ada teman teman yang mulai meninggalkan ayat ini. 


Musuh yang paling dahsyat dan susah dihadapi adalah orang orang munafik, ada saat tertentu mereka bermuka manis saat dihadapan kita, namun saat kita lengah habislah kita. Indonesia mayoritas muslim, namun anehnya saat pemilu, orang orang memusuhi islam yang menjadi pemimpin.


Pemateri selanjutnya Abah Komarudin Ibnu Mikam 


Beliau sekaligus menegaskan tantangan dakwah tidak jauh dari itu dan itu lagi, baik internal dan ekternal.


Beliau mengawali dengan penyajian data tentang Bekasi, setelah sebelumnya mengingatkan awal awal kemerdekaan bangsa ini  400.000 orang berdemo dibawah komando KH Noer Ali, maka lahirlah Bekasi. Dimana pada tahun1950 berbatasan Jakarta dan masuk Jakarta 


Pada tahub ahun 80 an dibelah Tol, maka munculah perumahan dan Industri. 


Orang asli Bekasi didalamnya ada, Betawi Ora, Sunda, Jawa, Cirebon gak lepas dari tentara Mataram, Banten dan multi etnis.


Saat industri menyapa Bekasi, maka mulailah orang orang Bekasi akan dihabisi dengan Dugem, Karaoke, Rumah Bordir, sawah sawah subur dirubah fungsi,  nama nama seenak udelnya, sejarah kampung dan nama nama tokoh dihilangkan. Rawa Bugel kanclep kalah ama Sumarecon. Tanapit ludes digarap Harapan Indah. Pasir Gomong kagak dikenal. Kenalnya Jababeka. Kampung Pintu kahal ngetop ama wisma Asri. Taman Ubud ada di Jumalang.  

Bisa jadi Jepang sedang membalas dendam  peristiwa pemotongan kali Bekasi dengan cara membuang sejarah Bekasi dan mematikan mata pencarian orang Bekasi. Saat mata pencaharian sudah hilang, maka pintu selanjutnya bagi wanita muda adalah menjadi pemandu lagu.

Dilain sisi juga Bank Emok juga makin merajalela, ia tak perlu jaminan apapun untuk menikmatinya,  namun saat terkena jebakannya. Runyam sudah hasilnya, bisa dipastikan masa depan keluarga bermasalah dan  rumah bisa tergadai. Bahkan ada yang bercerai. Menjual rumahnya. Menjual kehormatannya.

Gawai juga amat meresahkan dikalangan umat, terutama dianak anak dibangku sekolah, sudah terlalu banyak anak anak berubah menjadi monster, melahap habis teman temannya. Sekolah daring menciptakan cluster korban Gawai. Anak-anak yangberubah jadi pemalas. hanya jempol dengan muka tertunduk. 

Ada beberapa solusi yang ditawarkan Abah, Komar diantaranya adalah :

Kekompakan Umat, Kesejahteraan Dai, Diklat dan Kaderisasi Dakwah, dukung Pesantren, Bangun Ekonomi umat, Agenda Kemanusian

Suka atau tidak wilayah utara terkena imbas dari pembangunan dari wilayah lain, maka wajar kalau semua wilayah lain kudu membantu memikirkan dan bertanggung jawab atas persoalan yang menimpa rakyat utara.

Komentar