KISAH AWAL BERDIRINYA SEKOLAH ALAM PRASASTI

Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2020
Jadi guru memang sudah takdir hidup . Saat SMA kelas 3, terus dilanjutkan setelah lulus. Saya megang satu kelas taklim. Jadi murobbi. Istilah utk pembimbing liqo. Kelompok kecil 5-10 orang. Yang gaji tiap pekan di rumah salah satu peserta..
Waktu itu rumahnya Yosi dan
Enrico Fermi
sering jadi tempat taklim kawan2. Kemudian dilanjutkan dengan jadi Guru di Attaqwa 02. Ustadz Asmawi. Ayah mertuanya Sang Penyair Bersuara Geledeg
Fahmi BenHud
. Al Fatihah...
Ada keasyikan tersendiri saat berinteraksi dengan murid. Apalagi kalau ada yang keliatan bader. Wah, resep buat ngedeketin. Seru. . seperti menjinakkan kuda liar...
Dunia ngajar mengajar kemudian dilanjutkan menjadi mentor training di Pelajar Islam Indonesia (PII). Alhamdulillah, kelar jenjang LBt, Intermediate, Advance plus CI. Jenjang CI itu syarat untuk bisa mengisi training-training.
Dunia pendidikan sempat terlupakan. Saat aktif menjadi wartawan, penulis buku, aktivis LSM dan Budaya.
Sejujurnya, ada kegelisahan akut melihat dunia pendidikan saat ini. Orientasi akademik melulu. Dengan target selembar Ijazah. Bikin saya rada ogah masuk dunia pendidikan. Kayaknya bukan ini deh....
Sampai kemudian saya ketemu dengan Konsep Sekolah Alam dengan Konseptor Bang Lendo Novo . Naaaah, ini dia!
Saya seperti menemukan sesuatu yang selama ini saya cari. Konsep sekolah yang membahagiakan. Yang memberikan ruang bagi munculnya bakat dan kemampuan siswa. Serta fokus pada pengembangannya.
Wabilkhusus untuk Sekolah bagi anak berkebutuhan khusus. Sebagai hadiah terindah dari Allah SWT. Allah memberikan seorang anak Down Syndrome. Prasasti Tarumanagara namanya. Anak surga, kalau istilah Bang Lendo
.
Buat saya, model Sekolah Luar Biasa yang dikembangkan Pemerintah, kurang tepat. Mereka anak-anak istimewa. Bukan anak2 Abnormal yang harus dipisahkan dari anak2 Normal. Istilah normal dan tidak normal itu istilah mereka. Saya tidak setuju dengan istilah ini
Bagaimana Anak-anak Istimewa ini dipisahkan
Realitasnya kan bercampur. Semuanya menyatu di masyarakat. ABK atau Non ABK harusnya bisa berinteraksi sejak dini. Agar saling memahami.
Dan, sekolah alam adalah Model yang sangat Tepat. Alternatif bagi orang tua untuk menyekolahkan anaknya. Wabilkhusus bagi orang tua yang anaknya Istimewa. Apalagi di wilayah Utara. Apalagi untuk kalangan midle low. Sekolah Alam Prasasti menyediakan diri sebagai sekolah inklusi. Syarat dan ketentuan berlaku .
Dan, di Hari Pendidikan Nasional ini , saya mohon doa dan supportnya agar Sekolah Alam Prasasti terus melangkah maju meraih yang terbaik. Berkontribusi bagi Peradaban Mulia. Di masa Depan .
Selamat Hari Pendidikan!

Komentar