SEKOLAH ALAM PRASASTI KEDATANGAN AKTIVIS BUDAYA WAYANG SINGKONG

Ahad pagi yang sunyi pecah.
Suara salam mengagetkan. Nadanya berat. Penuh dedikasi. Suara salam yang digawangi kumis melintang.
Di tangannya menggenggam bungkusan Bermerk Kopi Liong.

Lima puluh meter diantaranya.
Sepeda onthel dengan karung cemplak setia menemani. Ya, tua memang. Tapi anggun memesona.
Dialah Iwan Bonik. Jomblo berkualitas. Onthelis. Yang rela merayap jalanan pagi dari Teluk Angsana ke Sekolah Alam PRASASTI, Kampung Piket. Sekitar 30km. Jauh jarak memang. Namun kesenangan hati bersilaturahmi menepis semua lelah.
Di temani Kopi Liong, pagi itu semarak dengan obrolan ngalor ngidul ngulon ngetan. Lengkep dah.




Ini dia orangnya yang rada-rada. Aneh dah. Di rumahnya berkumpul sejumlah puluhan jenis benda-benda masa lalu. Semacam Galeri masa Silam lah. Mulain bokor, panci, Garuda, Hiasan, mobil2an, lampu badai,.cempor. Pokoknya semua ada. Pemulung kecerdasan lokal warisan nenek moyang.
Kenyang ngobrol di rumah. Kita geser. Seiring dengan agenda ngeluarin kambing. Nyancang. Eh, neba Ki Ageng Alang2. Bersama Senopati Fadil. Jadilah obrolan empat penjuru menemukan Lima pancernya.

Apalagi kalau bukan soal Wayang Singkong.

Ya, selain ngobrol. Ki Ageng juga ngajarin kita bikin Wayang Singkong.
Seni melepit batang singkong jadi wayang. Kerjaan bocah angon. Sungguh lokal genius nan hebat. Warisan orang tua kita.

Kali Piket masih mengalir. Angin bertiup keras. Menerpa wajah-wajah semangat. Seakan ketemu teman seperjuangan. Teman senasib. Ketika Game Tradisional memunah. Digantikan Game Online.

Wayang singkong Menjadi simbol Perlawanan Budaya. Dan pertemuan ini bak Panglima ketemu Senopati. Beradu siasat melawan penggerus Budaya.
Setelah pertemuan ini. Akan ada 'serangan-serangan' yang akan mengembalikan Wayang Singkong menjadi panglima di tengah anak-anak.

Pasukan Wayang Singkong seakan punya energi baru. Panglima Perang Ki Ageng Alang2. Dan , Bang Bonik dengan kesaktian Mandra Guna dan pengalaman nya menjadi Senopati. Menembus pertahanan lawan. Di jantung Bekasi.

Sekolah Alam Prasasti memang didedikasikan sebagai wahana perjuangan demi mengangkat harkat dan derajat budaya lokal.

Kalah atau Menang itu nomor dua belas. Yang penting bergerak dulu.... #wayangsingkong

Komentar